APA YANG KITA CARI DARI PERAYAAN PERGANTIAN TAHUN?

Hari ini, 31 Desember 2013, merupakan penghujung tahun 2013. In Sya Allah, nanti tengah malam hari berganti, bulan dan tahun berubah.

Sudah menjadi kebiasaan manusia di berbagai belahan bumi menyambut pergantian tahun dengan perayaan.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menilai benar atau salah atas tindakan orang-orang yang merayakan pergantian tahun, tidak juga ingin mengomentari dari sudut hukum karena secara hukum positif tidak ada larangan merayakan pergantian tahun.

Pergantian tahun adalah pergantian hitungan waktu. Pergantian tahun tidak dapat diartikan sebagai pergantian nasib, atau pergantian kesejahteraan seseorang.

Pergantian tahun tidak akan membawa dampak positif apapun bagi setiap orang jika pada tahun berikutnya seseorang tidak berusaha untuk menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Diibaratkan sebuah gelas, pergantian tahun hanyalah pergantian gelas yang ada dihadapan kita. Isi dari gelas tersebut bergantung pada orang yang mengisinya. Dapat terjadi, gelas yang lama diisi kopi, lalu gelas yang baru diisi susu. Atau gelas lama diisi kopi sedangkan gelas baru juga diisi kopi, tidak ada perbedaan.

Sebagian orang memaknai malam pergantian tahun dengan cara merenungi apa yang telah dilakukan pada saat ini dan apa yang akan dilakukan pada masa depan. “Prosesi” malam pergantian tahun seperti ini memiliki makna yang dalam dan berdampak positif.

Sebagian orang yang lain, atas nama perenungan, justru menghabiskan malam pergantian tahun dengan cara bersama-sama dengan orang lain mengadakan acara khusus. Acara yang dimaksud dapat berupa malam renungan, bahkan dengan evaluasi, sebagian lagi justru mengadakan acara hura-hura melepas tahun dan menyambut tahun baru. Pertanyaan adalah, adakah yang dapat diambil manfaat positifnya jika malam pergantian tahun diisi dengan hura-hura? Adakah kebaikan yang akan diperoleh jika pergantian tahun diisi dengan membakar petasan, kembang api, menunggu jam nol-nol dan meniup terompet dilanjutkan dengan cipika-cipiki?

Mungkinkah selama prosesi hingar bingar ditengah alunan live music, petasan, kembang api dan terompet, kita dapat memaknai pergantian tahun dengan renungan?

Dapatkah kita melakukan introspeksi diri atas perbuatan kita selama setahun dalam suasana hingar bingar pesta kembang api, dangdut, lagu rock dan berbagai jenis musik lainnya?

Apa yang kita cari dari perayaan pergantian tahun?

Jika seandainya seluruh penduduk bumi tidur pada saat jam nol-nol saat pergantian tahun, apakah tahun tidak jadi berganti? Jawabannya bisa “ya”, tahun tidak akan berganti jika ternyata tepat jam nol-nol kiamat tiba.

Semua terserah kita, terserah anda. Dalam kontek hukum dan HAM, adalah hak asasi setiap orang untuk berpesta. Saya hanya sedang merenung dan mencoba memahami, apa yang kita cari dalam perayaan malam pergantian tahun.

Wallahu a’lam

Ismail Marzuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s