MANDI UAP…. NERAKA, DAN SEBUAH NASIHAT

Olah raga sudah menjadi kebutuhan saya dalam rangka menjaga kesehatan. Sehabis olah raga biasanya saya masuk Steam Room yang disediakan pengelola gym.

Uap panas di Steam Room memancing keringat keluar lebih banyak, dan setelah itu badan terasa lebih enak. Panas ? Ya, memang cukup panas uap yang ada di Steam Room.

“Ritual” rutin saya selama menikmati uap panas adalah menghitung 1 sampai 300 … he..he..he.., maklum saya tidak bawa stopwatch untuk mengukur waktu selama di steam room.

Suatu malam, “ritual” menghitung yang rutin saya lakukan “terganggu” dengan sapaan seseorang di sebelah saya yang sama-sama menikmati steam. Dengan santainya orang tersebut berkata, “panas sekali ya.. bagaimana rasanya panas api neraka?” Si Bapak melanjutkan, “Rasa panas disini tidak seberapa jika dibandingkan dengan panasnya api neraka”.

“Boooommm” … saya terhenyak dengan ucapan Si Bapak. Semua orang pasti tahu bahwa api neraka itu panas, di masjid-masjid sudah sering kita mendengar tentang panasnya neraka. Tetapi ketika kata-kata itu diucapkan dalam suasana yang berbeda, di tempat olah raga, di tempat yang seakan jauh dari aktivitas keagamaan, maka ucapan Si Bapak bagaikan ledakan bom yang menggugah kesadaran saya tentang neraka yang setiap saat menanti kehadiran saya jika saya gagal menjalani kehidupan ini sesuai dengan kehendak Allah.

Si Bapak melanjutkan, “tetapi sayang sekali, meskipun api neraka itu panas, banyak orang yang tidak mau peduli bahkan masih saja berbuat kesalahan selama hidupnya”.

Subhanallah, begitu banyak cara Allah untuk mengingatkan manusia. Dan malam itu, saya kembali diingatkan tentang neraka justru bukan di tempat ibadah, bukan di majelis ta’lim.

Malam itu, saya pulang ke rumah dengan membawa dua manfaat, badan segar dan rohani yang tersegarkan kembali.

Ternyata, nasihat itu bisa diberikan dan diperoleh setiap saat dan dimana saja. Tinggal kita yang menentukan, apakah mau menerima nasihat, atau ingkar terhadap nasihat.

Wallahu a’lam
Ismail Marzuki

Iklan

6 thoughts on “MANDI UAP…. NERAKA, DAN SEBUAH NASIHAT

    • Tanggapan
      Bapak Feriyan Caprino

      Blokir sertipikat tanah diatur dalam Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. 3Tahun 1997

      Berdasarkan ketentuan Pasal 126 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. 3Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksanaan PP No. 24 tahun 1997 Tentang Pedaftaran Tanah, untuk melakukan blokir, maka pihak yang berkepentingan harus melampirkan salinan surat gugatan.
      Selain itu jangka waktu blokir adalah 30 hari sejak dilakukannya blokir.

      Pasal 126
      (1) Pihak yang berkepentingan dapat minta dicatat dalam buku tanah bahwa suatu hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun akan dijadikan obyek gugatan di Pengadilan dengan menyampaikan salinan surat gugatan yang bersangkutan.
      (2) Catatan tersebut hapus dengan sendirinya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung dari tanggal pencatatan atau apabila pihak yang minta pencatatan telah mencabut permintaannya sebelum waktu tersebut berakhir.
      (3) Apabila hakim yang memeriksa perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memerintahkan status quo atas hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun yang bersangkutan, maka perintah tersebut dicatat dalam buku tanah.
      (4) Catatan mengenai perintah status quo tersebut pada ayat (3) hapus dengan sendirinya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kecuali apabila diikuti dengan putusan sita jaminan yang salinan resmi dan berita acara eksekusinya disampaikan kepada Kepala Kantor Pertanahan.

      Jadi, setiap orang dapat mengajukan blokir atas sertipikat sepanjang syarat-syaratnya terpenuhi
      Demikian, semoga bermanfaat.

      Ismail Marzuki

  1. selamat siang Pak Ismail,

    mohon masukan dan saran atas masalah saya, saya berniat membeli tanah seharga 425jt dengan si A dan saya telah memberikan Uang muka sebesar 300jt..pada saat kita akan melakukan transaksi jubel di Notaris ternyata sertifikat tanah an A dinyatakan blokir oleh BPN setempat..saya dan A merasa bingung kenapa kok diblokir dan ternyata ada si C yang melaoprkan bolkir ke BPN tersebut. setelah di usut ternyata si A dulunya pernah berniat menjual tanah tersebut ke si B dan telah dibayarkan uang muka juga dengan kwitansi tanpa materai..ternyata uang yang dipakai si B untuk membayar uang muka kepada si A adalah uang si C.
    pertanyaan saya:
    1. dapatkah saya melakukan jual beli dengan si A?
    2. apakah blokir sertifikat di BPN tersebut sah? (karena yang melapor blokir adalah si C)
    3. apakah si A dapat diancam dengan pasal 385 KUHP?

    terima kasih dan salam hormat.

    • Tanggapan

      Bapak Ferrysm

      1. Secara hukum, karena tanah itu masih milik A, Bapak dapat melakukan jual beli dengan A. akan tetapi sebelum melakukan jual beli dengan A, Bapak meminta agar A segera menyelesaikan masalahnya dengan B dan C.

      2. Blokir di BPN sah sepanjang telah dilakukan sesuai prosedur yang benar.

      Berdasarkan ketentuan Pasal 126 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. 3Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksanaan PP No. 24 tahun 1997 Tentang Pedaftaran Tanah, untuk melakukan blokir, maka pihak yang berkepentingan harus melampirkan salinan surat gugatan. Jika C dalam permohonan blokirnya melampirkan salinan gugatan, maka blokir tersebut sah.

      Selain itu jangka waktu blokir adalah 30 hari sejak dilakukannya blokir.

      Pasal 126
      (1) Pihak yang berkepentingan dapat minta dicatat dalam buku tanah bahwa suatu hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun akan dijadikan obyek gugatan di Pengadilan dengan menyampaikan salinan surat gugatan yang bersangkutan.
      (2) Catatan tersebut hapus dengan sendirinya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung dari tanggal pencatatan atau apabila pihak yang minta pencatatan telah mencabut permintaannya sebelum waktu tersebut berakhir.
      (3) Apabila hakim yang memeriksa perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memerintahkan status quo atas hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun yang bersangkutan, maka perintah tersebut dicatat dalam buku tanah.
      (4) Catatan mengenai perintah status quo tersebut pada ayat (3) hapus dengan sendirinya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kecuali apabila diikuti dengan putusan sita jaminan yang salinan resmi dan berita acara eksekusinya disampaikan kepada Kepala Kantor Pertanahan.

      3. Pasal 385 KUH Pidana adalah mengenai penjualan tanah atau penjaminan tanah yang bukan milik sendiri atau telah dijaminkan. Dalam hal ini, pengenaan pasal tersebut tidak cocok untuk A.

      Demikian, semoga bermanfaat.

      Ismail Marzuki

      • terima kasih atas sarannya pak..
        situasi sekarang yang terjadi adalah..saya akhirnya membuat perjanjian akan dilakukannya jual beli tanah tersebut..dengan pokok perjanjian bahwa saya dan A akan melakukan jual beli tanah tersebut maksimal 1 minggu setelah perjanjian ini dibuat dan jika wanperstasi oleh si A maka akan dikenakan sanksi membayar 2x Uang muka yang telah diterima dan jika oleh saya maka uang muka yang saya berikan akan hangus. namun setelah melewati 3 minggu ini si A tetap tidak bisa melaukan jual beli dengan saya karena Istrinya yang tidak bersedia tandatangan di Akta jual beli didepan Notaris. Langkah apakah selanjutnya yang bisa saya ambil yang dapat menyelamatkan dana saya. mengingat jika saya meminta uang muka kembali si A tidak bersedia mengembalikan.

        terima kasih,
        salam.

      • Tanggapan

        Bapak Ferrysm

        Jika cara musyawarah tidak dapat menyelesaikan masalah, maka Bapak dapat menggugat si A di pengadilan negeri dengan gugatan wanprestasi.

        Pasal 1267 Kuh Perdata
        Pihak yang terhadapnya perikatan tidak dipenuhi, dapat memilih; memaksa pihak yang lain untuk memenuhi persetujuan, jika hal itu masih dapat dilakukan, atau menuntut pembatalan persetujuan, dengan penggantian biaya, kerugian dan bunga.

        Demikian, semoga bermanfaat.

        Ismail Marzuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s