SABAR MENGHADAPI MUSIBAH

SABAR MENGHADAPI MUSIBAH

Musibah, begitu juga anugerah, merupakan rahasia yang tidak bisa diketahu manusia kepastian terjadinya. Kita hanya mampu memprediksi terjadinya suatu musibah.

Gempa bumi, gunung meletus, banjir bandang, dan berbagai bencana yang kerap hadir belakangan ini haruslah disikapi dengan landasan keimanan.

Menghadapi bencana bukan dengan ratapan atau keluhan, apalagi hingga menyalahkan Allah. Sedih ketika bencana terjadi adalah hal yang manusiawi, tetapi bukan berarti kita larut dalam kesedihan.

Menerima bencana dengan landasan iman adalah bersabar ketika menghadapi bencana dan meyakini bahwa apapun yang ada di dunia ini berasal dari Allah dan pada saatnya akan kembali ke Allah. Tugas kita setelah bencana adalah mengevaluasi diri, mengevaluasi seberapa jauh ketaatan kita kepada Allah. Selain itu kita mengevaluasi lagi sebab-sebab bencana, dan berusaha dengan standard kemampuan manusia untuk mencegah agar bencana tidak terulang lagi. Jika usaha dan doa telah kita lakukan, selebihnya adalah tawakal kepada Allah.

Innaa lillaahi wa inna ilaihi roojiun, Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.

Semoga saudara-saudara kita yang ditimpa musibah selalu berada dalam kesabaran dan ketakwaan, aamiin.

Wallahu a’lam bishshowab

Ismail Marzuki

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s