Membaca hati orang lain…membuka celah prasangka

Membaca hati orang lain…membuka celah prasangka

Ada ungkapan bijak mengatakan dalamnya laut bisa diduga, dalamnya hati tiada yang tahu. Ungkapan tersebut dapat berarti pengakuan betapa sulitnya kita mengetahui bahkan memahami hati orang lain. Kita mungkin mampu mengenal hati seseorang setelah bergaul cukup lama dengan orang tersebut.

Hati manusia bagaikan laut tak bertepi. Apa yang terlihat di wajah seseorang belum tenttu menggambarkan hati yang sesungguhnya. Ketika sahabat kita tersenyum kepada kita belum tentu saat itu hatinya sedang senang, dia tersenyum mungkin karena tidak ingin terlihat sedang bersedih atau dia tersenyum semata-mata ingin menyenangkan hati kita meskipun dia sedang bersedih, atau dia ingin bersedekah berupa senyum.

Ketika teman kita lama tidak menjumpai kita, belum tentu dia marah atau membenci kita. Banyak alasan seseorang berbuat sesuatu atau menunjukkan sikap sesuatu yang belum tentu sesuai dengan isi hatinya.

Masalah hati seseorang adalah masalah ghaib bagi orang lain. Hanya Allah dan dirinya sendiri yang mengetahui apa yang tersimpan dalam hati seseorang.

Saat kita mencoba menerka-nerka isi hati sahabat kita….saat kita mencoba-coba membaca isi hati teman kita…maka saat itulah kita sedang membuka celah timbulnya prasangka. Prasangka muncul dari ketidaktahuan kita tentang sesuatu…saat kita tidak mengetahui isi hati orang lain, prasangka bisa berbicara lain. Prasangka yang buruk bahkan dapat memutus persahabatan.

Wallahu a’lam bishshowab

Ismail Marzuki

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s