BIARKAN RASA MALU ITU TETAP KITA MILIKI

BIARKAN RASA MALU ITU TETAP KITA MILIKI

Rasa MALU kadang diartikan sebagai sesuatu yang negatif dan biasanya pencitraan negatif pada rasa malu itu muncul dalam dunia pergaulan manusia. Dalam pergaulan bahkan seakan ada kesepakatan tidak tertulis bahwa “kalau mau gaul, buang rasa malu”.  Dengan ungkapan seperti itulah akhirnya rasa malu lenyap dan pintu gaul terbuka.

Apakah kita butuh MALU?

Perasaan MALU yang ada pada seseorang pada dasarnya menunjukkan bahwa hati orang tersebut hidup, karena hati yang hidup berarti pemilik hati tersebut memiliki rasa malu. Sifat MALU dapat menghalangi seseorang dari perbuatan buruk, karena orang yang MALU berarti hatinya hidup, dan hati yang hidup dapat menjadi penghalang dari keburukan yang dapat merusak hati.

Demikian pentingnya kedudukan MALU sehngga Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda “MALU adalah bagian dari iman” [HR Muslim dan At-Tirmidzi].

Seseorang yang telah hilang rasa MALU tidak akan segan-segan untuk mengambil uang yang bukan haknya sehingga bermunculanlah para koruptor. Para koruptor sudah tidak malu lagi mengambil uang  yang bukan haknya, sudah tidak malu lagi jika suatu saat namanya muncul sebagai terdakwa.

“Politis hitam” yang sudah kehilangan rasa MALU tidak segan-segan untuk membohongi rakyat, tidak ragu untuk meminta fasilitas berlebihan dari negara. Seorang pegawai negeri yang sudah kehilangan rasa MALU, tidak akan malu-malu memamerkan harta yang “tidak jelas” asal usulnya padahal masyarakat tahu seberapa besar gaji orang tersebut.

Seseorang yang kehilangan rasa MALU tidak akan segan-segan berkata bohong, padahal ketika dia berbohong, dia sedang merendahkankecerdasan orang lain dan merendahkan harkat martabat dirinya sendiri. Orang yang terhormat dan memiliki rasa MALU akan selalu berupaya menjaga kehormatan dirinya dengan berkata jujur dan menghindari berkata bohong.

Seorang perempuan yang musnah rasa MALUnya tidak akan ragu untuk memamerkan auratnya dihadapan umum padahal tindakan perempuan tersebut jelas-jelas merendahkan martabatnya sebagai perempuan sebagai mahluk yang patut dihormati.

Kita harus mempertahankan rasa MALU, MALU untuk berbuat kesalahan, MALU untuk berbuat yang dapat merugikan orang lain, MALU untuk merendahkan diri sendiri.

Wallahu a’lam bish showab

 

Ismail Marzuki

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s