Cerita Cinta, Cerita Kehidupan, Cerita Kita Semua

Cinta, satu kata yang bisa memiliki beragam arti. Cinta bisa berarti tawa, kesenangan dan kesejukan. Pada saat yang sama bagi orang lain, cinta bisa berarti kepedihan bagai sembilu tajam yang menyayat relung-relung terdalam dari hati manusia.

Satu kesamaan dari wujud cinta yang dialami setiap orang adalah cinta itu berupa air mata, air mata bahagia atau air mata duka.

Cinta asmara bisa hadir menyelusup hati setiap kita, setiap saat, setiap waktu bahkan tanpa kita sendiri tahu kenapa cinta itu datang. Cinta kadang hanya sekadar lewat bagai busway yang tidak pernah mau berlama-lama menunggu penumpang, cinta kadang bagai angkot pinggir kota yang setia berlama-lama menunggu calon penumpang, bahkan ada cinta yang menetap kuat yang tak lekang oleh waktu, tak luntur oleh hujan setia bertahan berpuluh tahun lamanya, menghujam jauh ke bagian terdalam hati kita.

Ketika cinta (asmara) datang, cinta datang dengan membawa harapan, cita-cita dan bayangan keindahan. Harapan, cita-cita dan bayangan keindahan inilah yang kadang membuat diri kita lupa bahwa harapan dan keinginan memang milik kita, tetapi hasil akhir bukan hak kita yang menentukan.

Dalam satu waktu mungkin kita demikian hebatnya mencintai seseorang, meyakini bahwa dia akan mampu menjawab semua impian cinta kita, meyakini bahwa dengannya kita akan bahagia, meyakini bahwa cinta yang hadir adalah jawaban atas semua keinginan terdalam dari batin kita.

Ketika kita jatuh cinta, kadang kita lupa bahwa bukan kita yang menguasai takdir. Kadang kita lupa bahwa cinta itu bagian dari kehidupan yang tidak terlepas dari hak mutlak Allah untuk menentukan takdir atas cinta kita kepada sesama manusia. Kita bisa bercita-cita membangun istana cinta yang megah dan abadi, tapi kita juga harus ingat, yang namanya cita-cita bukanlah kenyataan yang pasti bisa kita wujudkan karena kepastian itu hanyalah milik Allah. Kita hanya bisa berusaha membangun apa yang kita inginkan, hak multak Allah-lah yang membuat cita-cita cinta kita terwujud atau tidak.

Satu hal yang juga harus kita sadari, ketika kita gagal mewujudkan impian cinta kita dengan seseorang, bukan berarti hidup ini berakhir, karena mungkin saja Allah sedang mempersiapkan pasangan hidup lain yang lebih cocok buat kita.

Sahabat, cinta itu membutuhkan rumah. Kehidupan adalah rumah bagi cinta. Jangan meminta kehidupan ini berhenti hanya karena tidak kuat menerima kenyataan bahwa kita gagal dalam meraih impian cinta. Jangan juga berusaha untuk mengakhiri hidup ini hanya karena kita tidak mencapai pelabuhan akhir cinta kita bersama orang yang kita inginkan. Percayalah, dalam kehidupan ini, masih banyak cinta, karena kehdupan adalah rumah bagi cinta.

Sabar adalah kata terbaik bagi kita. Hari ini mungkin belum saatnya, mungkin esok saatnya buat kita. Mungkin kita bukan gagal meraih impian cinta, tapi hanya tertunda, hanya masalah waktu. Ketika hari ini belum berhasil, bisa jadi esok kita berhasil meraih cinta dengan orang yang kita harapkan saat ini atau bahkan dengan orang lain.

Jangan juga menyesali waktu yang telah berlalu meninggalkan kita, karena penyesalan hanya akan menghambat gerak langkah kita.

Hadapilah kenyataan dengan senyum, walau mungkin kenyataan itu pahit.

wallahu a’lam bish showab

note: tulisan singkat, buat sahabatku yang sedang jatuh cinta (yang tdk sedang jatuh cinta, boleh baca juga ko..!!)

Yogyakarta, 4 Desember 2011
Ba’da Subuh

Ismail Marzuki
always smile……!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s