Nikmati saja milik kita, biarkan orang lain menikmati miliknya

Assalamu’alaikum

Saudaraku,

Suatu ketika kita pasti akan bertemu dengan seseorang yang memiliki sesuatu lebih dari kita. Orang yang kita temui, bisa saja dia lebih tampan atau lebih cantik dari diri kita, lebih kaya harta dibandingkan kita, lebih popular dari kita, lebih pandai dari kita, lebih menarik dibandingkan kita, suaminya atau isterinya lebih keren dibandingkan kita, dan banyak lagi kelebihan yang dimiliki orang lain dibandingkan apa yang kita miliki.

Saudaraku,

Ketika mata kepala kita melihat kelebihan yang dimiliki orang lain, mungkin mata kepala kita hanya terbelalak kagum dan takjub. Tapi bagaimana dengan “mata hati” kita ketika menyaksikan orang lain memiliki kelebihan daripada kita?

Ketika mata kepala hanya memancarkan kekaguman dan rasa takjub, bukan tidak mungkin “mata hati” kita mengeluarkan cahaya dengki dan iri atas kelebihan orang lain. Sangat sulit bagi seseroang terhindari dari sikap dengki dan iri.

Dengki atas hasad adalah suatu keadaan dimana seseorang membenci kelebihan atau kenikmatan yang dimiliki orang lain, dan dirinya akan berbahagia ketika orang lain tersebut kehilangan kenikmatannya. Seorang yang dengki akan merasa sakit hatinya melihat orang lain memiliki keunggulan-keunggulan, dia membenci kenikmatan yang diterima orang lain, terutama kenikmatan duniawi.

Seorang pendengki tidak merasa perlu agar kenikmatan atau kebahagiaan orang yang sukses beralih ke diri si pendengki, tetapi cukuplah bagi si pendengki agar`seseorang itu kehilangan kenikmatannya. Kebagahagiaan bagi si pendengki tiba, ketika orang lain yang sukses tersebut kehilangan kenikmatannya, kehilangan kesuksesaannya, kehilangan miliknya.

Saudaraku,

Kenapa kita harus sibuk menghitung-hitung kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain? Kita sibuk menghitung milik orang lain dan membandingkannya dengan milik kita sendiri yang berujung pada rasa tidak puas terhadap apa yangkita miliki.

Kenapa kita tidak menyibukkan diri menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, agar selanjutnya kita bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita?

Sekali saja kita mulai menyibukkan diri menghitung nikmat Allah kepada orang lain, maka perlahan dan tanpa kita sadari pintu dengki terbuka.

Saudaraku ingatlah,

Sikap dengki hanya dimiliki oleh orang yang merasa kalah. Orang yang merasa dirinya sukses dan memiliki sesuatu tidak akan pernah merasa dengki.

Saudaraku,

Marilah kita nikmati saja milik kita, biarkan orang lain menikmati miliknya, karena bukan tidak mungkin dimata orang lain ternyata kita memiliki kelebihan dibandingkan orang lain tersebut. Raihalah sesuatu itu sebanyak mungkin tanpa dilandasi rasa dengki, dan gunakan kenikmatan yang telah kita terima hanya untuk bersyukur kepada Allah.

Semoga Allah selalu melindungi diri kita agar terhindar dari sifat dengki.

Wallahu a’lam bish-showab

Wassalamu’alaikum

9 Dzulhijjah 1432 Hijriah / 5 November 2011 M

Ismail Marzuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s