TAHUN BARU 1432 HIJRIAH “MENIMBANG AMAL…MENGGAPAI TAQWA..!”

Pergantian tahun dalam setiap tahun selalu disikapi dengan berbagai macam sikap. Tidak jarang manusia bergembira dalam menyambut pergantian tahun karena didalamnya terkandung harapan-harapan baru yang mungkin belum terpenuhi pada tahun yang lalu. Kegembiraan tersebut terutama dapat kita saksikan pada pergantian tahun masehi. Seringkali kita menyaksikan kegembiraan “tanpa alasan” dari sebagian ummat Islam dalam menyambut tahun baru masehi. Pergantian tahun pada dasarnya merupakan proses perjalanan waktu dari mulai hitungan awal saat penetapan tahun dimulai hingga saat ini dan Insya Allah menuju tahun-tahun yang akan datang. Demikian pentingnya proses perjalanan waktu sehingga dalam masyarakat Barat dikenal ungkapan “Time is Money”. Bagi kita ummat Islam, masalah waktu lebih dari sekadar uang, bahkan tidak dapat dinilai dengan uang.

 

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Al-‘Ashr (1-3): “Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”.

 

Dalam Surat Al Ashr tersebut Allah bersumpah, “demi masa”. Hal ini menunjukkan begitu pentingnya persoalan waktu (masa) sehingga waktu menjadi bagian dari sumpah Allah. Dalam Islam, waktu tidak hanya sekadar menunjukkan usia seseorang tetapi waktu menjadi bagian penting dalam beribadah kepada Allah. Hampir semua ibadah dalam Islam menggunakan penetapan waktu dalam pelaksanaannya. Shalat fardhu misalnya, ada ketentuan-ketentuan waktu pelaksananaannya sehingga tanpa adanya uzur syar’i tidak diperkenankan bagi kita shalat subuh pada pukul 07 pagi. Demikian juga dengan shaum, haji dan sebagainya semuanya dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan.

 

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan: “Allah bersumpah dengan masa, yang merupakan waktu manusia mengerjakan perbuatan yang akan mendapatkan balasan. Allah sebagai Zat Yang Maha Bijaksana, yang menciptakan masa, manusia, serta amal mereka, menjadikan amal manusia terbagi menjadi dua macam: baik dan buruk. Terhadap amal tersebut, Dia tak akan memperlakukannya secara sama. Allah akan membalas orang sesuai dengan amal perbuatannya, baik (untung) maupun buruk (rugi).(Sumpah Allah: Tafsir Qur’an pilihan/Ibn Qayyim al-Jauziyah; penerjemah, Fauzi Bahreisy; penyunting, Tim Cendikia. – Cet. 1 – Jakarta: Cendikia, 2002)

.

 

Waktu Yang Telah Berlalu Tidak Akan Pernah Kembali Lagi

 

Saudaraku, perjalanan waktu adalah “perjalanan sekali jalan”. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi menghampiri kita sehingga apabila dalam suatu waktu kita gagal memanfaatkan waktu dengan baik dan benar maka kerugianlah yang kita alami. Dalam memasuki tahun baru hijriah ini selayaknyalah kita menimbang-nimbang amal perbuatan kita dalam tahun-tahun yang telah lalu. Kita patut bertanya pada diri sendiri, sejauh mana kita telah memanfaatkan waktu di jalan Allah? Berapa perbandingan antara peman-faatan waktu untuk dunia dibandingkan dengan untuk tujuan akhirat?

 

Marilah kita sama-sama intropeksi diri dan secara jujur menimbang amalan kita masing-masing. Sebagai alat bantu, dapat digunakan daftar pertanyaan sebagaimana contoh di bawah ini untuk mengukur amalan kita:

a.    Apakah dalam tahun lalu saya sudah mendirikan Shalat Fardhu sesuai yang diperintahkan Allah dan Rasulullah?

b.    Berapa kali saya hadir di masjid pada tahun lalu? Apakah kehadiran saya di masjid sebanding dengan kehadiran saya ke kantor/tempat kerja?

c.    Berapa lembar Al-Quran saya baca setiap hari? Sudah sebandingkah jumlah lembar Al-Quran dengan jumlah lembar surat kabar/koran yang saya baca?

d.    Berapa kali saya hadir di majelis-majelis ilmu pada tahun lalu? Apakah kehadiran saya di majelis ilmu sudah sebanding dengan kehadiran saya di tempat-tempat selain majelis ilmu?

e.     Berapa rupiah sudah saya keluarkan untuk zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) tahun lalu? Sudah sesuaikan jumlah ZIS saya dengan ketetapan Allah? Apakah ZIS yang telah saya keluarkan sebanding dengan belanja hiburan saya dalam satu tahun?

f.      Apakah saya pernah menyakiti tetangga pada tahun lalu? Seberapa besar tetangga menerima manfaat dari saya dibandingkan sakit hati tetangga kepada saya?

 

Saudaraku, daftar pertanyaan di atas hanyalah contoh kecil dari sekian banyak hal dalam diri kita pada tahun-tahun lalu. Tentunya masing-masing pribadi dapat mengembangkan daftar pertanyaan sesuai dengan tuntutan kesadaran diri masing-masing. Apabila dari daftar pertanyaan meng-hasilkan nilai negatif, maka sudah saatnya kita segera memperbaiki diri, kita bertobat kepada Allah selagi masih diberi kesempatan hidup oleh Allah. Kita segera meminta maaf kepada orang sekeliling kita yang telah kita sakiti hatinya, mumpung nyawa masih dikandung badan. Ingatlah akan satu hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tetap menerima taubat hamba-Nya selama roh belum sampai tenggorokan (hampir mati)”. [HR. Tirmidzi].

 

Dengan melakukan intropeksi diri sendiri, menimbang amalan-amalan diri sendiri secara jujur, maka kita sudah memiliki bekal untuk memperbaiki kekurangan kita. Apabila pada tahun-tahun lalu kita banyak meninggalkan perintah Allah, maka tahun ini kita harus memperbaikinya dengan cara melaksanakan seluruh perintah-perintahNya. Apabila pada tahun-tahun lalu kita banyak melakukan perbuatan yang dilarang Allah, maka kita harus memperbaikinya dengan cara meninggalkan seluruh perbuatan yang dilarangan Allah. Dengan melaksanakan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan Allah maka insya Allah kita semua akan menjadi orang-orang yang bertaqwa. Wallahu a’lam.

____________

Ismail Marzuki / Muharam 1432 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s