Cegah Penyebabnya…jangan Cuma obati akibatnya

Peredaran video porno yang berisi adegan mesum artis atau bukan artis kemungkinan akan terus terjadi dan perlahan menjadi bagian dari dinamika kehidupan bangsa Indonesia. Jika satu dasawarsa lalu vidoe porno masih dikemas dalam format VHS atau betamax yang ukuran fisiknya pun besar dan populer disebut BF (blue film), maka semakin lama ukuran fisik dari BF semakin mengecil. Bahkan dengan media Handphone saat ini dengan mudah dapat disaksikan tayangan mesum.

Ada beberapa upaya untuk mencegah peredaran vidoe mesum yang banyak disuarakan yaitu membuat aturan yang melarang setiap orang untuk mengabadikan aktivitas mesumnya dalam bentuk rekaman. Jika memang aturan ini ada atau akan diadakan, maka efektivitas aturan yang melarang merekam adegan mesum makin lama akan semakin lemah seiring dengan kemajuan teknologi karena bukan mustahil sepuluh tahun yang akan datang definisi “merekam” atau “mengabadikan” akan berubah sesuai dengan perkembangan teknologi sedangkan disatu sisi perkembangan hukum tidak selalu seiring dengan perkebangan teknologi.

Terlepas apapun motivasi dari mereka yang “mengabadikan” adegan mesumnya, semua tayangan mesum tersebut, entah dalam bentuk film atau hanya gambar/photo bersumber pada satu aktivitas yaitu “hubungan intim” antara laki-laki dan perempuan.

Upaya yang paling masuk akal adalah dengan membuat aturan perundang-undangan yang melarang zina. Dengan adanya larangan zina, maka siapapun yang terbukti berzina akan dikenakan sanksi pidana sehingga kita tidak perlu memperdebatkan lagi apa motivasi dari pelaku untuk merekam atau mengedarkan atau mengunggah (upload) tayangan mesum tersebut.

Saat ini sebetulanya sudah “ada” pasal tentang zina di Kitab Undang-undang Hukum Pidana, akan tetapi bunyi pasal tersebut tidak sesuai dengan jiwa dan keyakinan mayoritas penduduk Indonesia tentang zina.

Pasal 284 KUHP:
(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan:

1. a. seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya,
b. seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak, padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya;

2. a. seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya bahwa yang turut bersalah telah kawin;
b. seorang wanita yang telah kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahui olehnya bahwa yang turut bersalah telah kawin dan pasal 27 BW berlaku baginya.
(2) Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/istri yang tercemar, dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27 BW, dalam tenggang waktu tiga bulan diikuti dengan permintaan bercerai atau pisah-meja dan ranjang karena alasan itu juga.
(3) Terhadap pengaduan ini tidak berlaku pasal 72, 73, dan 75.
(4) Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam sidang pengadilan belum dimulai.
(5) Jika bagi suami-istri berlaku pasal 27 BW, pengaduan tidak diindahkan selama perkawinan belum diputuskan karena perceraian atau sebelum putusan yang menyatakan pisah meja dan tempat tidur menjadi tetap.

Dari ketentuan tersebut, agar dapat dipidana, pelaku zina (gendak) harus telah menikah salah satunya.

Agar prilaku zina dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali di Indonesia, maka undang-undang tersebut harus diubah dimana seorang sudah dapat dikatakan zina jika ia semata-mata melakuan persetubuhan diluar perkawinan yang sah. Jadi, apakah dia bujangan atau telah menikah, sepanjang persetubuhannya dilakukan tanpa ikatan perkawinan maka mereka sudah dikategorikan zina

Jadi, daripada pusing menentukan niat pelaku apakah sengaja atau tidak sengaja merekam perbuatan mesumnya, atau apakah ada niat atau tidak untuk mengedarkannya, lebih baik lagi jika secara tegas dilarang perbuatan zinanya.

Dengan perkataan lain, cegah zinanya……maka kita tida perlu bersusah payah mencari tahu motivasi pembuatan videonya.

Wallahu a’lam bish showab
Ismail Marzuki
21 Juni 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s