Daging busuk, susu melamine, makanan bekas…(jadi kita harus makan apa doong?)

Akhir-akhir ini masyarakat bingung, makanan apa yang bisa dimakan yaa? Yang punya duit maupun yang ga punya duit sama-sama bingung. Kalau yang ga punya duit bingung sih, itu sudah jelas alasannya. Lhoo ternyata orang yang punya duitpun bingung, harus makan apa? Gimana ga bingung, belakangan ini terbongkar adanya beberapa super market yang menjual makanan kadaluarsa. Pas suasana menjelang lebaran, makanan kadaluarsa itu kadang ikut mampir di paket parsel. Mungkin karena alasan ada isi parsel yang kadaluarsa,  pak SBY pernah melarang para pejabat menerima parsel di hari raya (he..he..he..he..ga nyambung alasannya yaa..!). Belum beres urusan makanan super market, eh..muncul lagi isu produk makanan cina yang mengandung melamine. Dalam bayangan saya yang bukan ahli makanan, melamine itu bahan yang membuat sesuatu menjadi licin, persis seperti piring melamine, jadi kalau mengkonsumsi makanan mengandung melamine berarti wajah kita bisa jadi licin & kinclong. Wahhh kalah dong produk pemutih wajah. Ternyata, konon katanya, melamine dalam makanan produk cina itu tujuannya agar makanan tersebut berkesan mengandung protein tinggi. kalau benar begitu, ini namanya penipuan. Penggemar daging pun harus hati-hati juga, selain ditemukannya daging busuk di supermarket, ada juga yang namanya daging gelonggong. Rasanya hampir setiap tahun saya mendengar kasus daging gelonggong, tapi anehnya ga kapok-kapok juga itu para gelonggongers. Atau mungkin karena sanksinya yang kurang berat. Buat kaum dhuafa, masalah yang muncul juga ternyata memprihatinkan, buktinya adalah dengan ditemukannya produsen daging ex daging sampah. Daging-daging sampah restoran, oleh sang produsen, diolah menjadi olahan daging dan dibungkus plastik setelah sebelumnya diberi zat pewarna supaya kelihatan tetap segar. Lagi-lagi ini tugas berat bagi pemerintah. Soal makanan kadaluarsa, jelas dibutuhkan peranan pemerintah untuk menindak oknum yang menjual makanan kadaluarsa tersebut. Begitu juga tindakan keras harus diberikan kepada para gelonggongers. Kalau masalah daging sampah, selain penegakan hukum, pemerintah juga wajib meningkatkan taraf hidup rakyat supaya rakyat kecil mampu membeli daging segar dengan harga terjangkau. Sebab, kalau daging segar murah, kan ga mungkin rakyat kecil mau membeli olahan daging plastikan yang aromanya sudah ga segar lagi. Setuju atau tidak setuju, pemerintah dan calon pemerintah jangan cuma memikirkan masalah pemilu dan parpolnya saja, lihatlah rakyatmu yang menderita, selesaikanlah persoalannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s