Hukum Pidana

Curhat Hukum mengenai pidana

17 Komentar

17 gagasan untuk “Hukum Pidana

  1. salam kenal, pak marzuki..
    mohon opini dari bapak sebagai orang hukum mengenai kejadian yang menimpa saya.
    singkat cerita:
    - saya masuk asuransi tahun lalu, menyetorkan dana ke agen saya sebanyak 2 kali, tetapi saya baru tahu 2 minggu yang lalu bahwa satu dari dana tersebut tidak disetorkan ke account saya selama setahun ini. saya mengetahui hal ini pada saat mendatangi kantor pusat perusahaan asuransi tersebut dan oleh customer care dilihat di sistem computer mereka, dana tersebut baru masuk ke account saya tahun ini (harusnya tahun lalu) dan ada sebagian yang tidak disetorkan.

    (sebelum saya mendatangin customer service bulan ini, pada bulan agustus, saya mendapat surat penghentian (pemberitahuan penghentian dana yang tidak disetorkan tiu), saya telpon ke agen saya dan dia bilang itu hanya surat pemberitahuan. dan saya tidak mempertanyakan lagi). (setelah saya ‘ributkan’ hal ini ke agen saya, barulah mereka menyetorkan dana yang dihentikan tanpa sepengetahuan saya itu berikut hitungan keuntungan selama setahun ini).

    - sewaktu di customer service, saya diberitahukan bahwa saya pernah menandatangani formulir penghentian itukah? saya bilang tidak pernah tanda tangan apapun selama setahun ini. oleh CS diprint formulir tersebut untuk diperlihatkan ke saya, dan saya melihat tanda tangan yang ada pada formulir itu bukanlah tanda tangan saya. tanda-tangan saya telah ditiru/dipalsukan untuk kepentingan penghentian dana saya yang vaccum selama setahun itu.

    - saya sudah membuat surat keluhan dan permintaan investigasi ke perusahaan asuransi itu, dan sedang menunggu tindak lanjut mereka.

    yang ingin saya tanyakan, apa tindakan hukum yang bisa saya lakukan terhadap masalah ini apabila saya mau menuntut lewat jalur hukum atas ‘hilang’nya dana saya selama setahun dan peniruan tanda-tangan di formulir tersebut? bisakah perusahaan tersebut juga saya tuntut karena kelalaian mengecek tanda-tangan nasabah dan membiarkan para agennya berbuat hal seperti ini?

    terima kasih sebelumnya atas tanggapannya, pak marzuki..

  2. Tanggapan

    Bapak September

    Secara hukum perusahaan asuransi bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan pegawainya.

    Pasal 1367 KUHPerdata

    Seseorang tidak hanya bertanggung jawab, atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan barang-barang yang berada di bawah pengawasannya. Orangtua dan wali bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh anak-anak yang belum dewasa, yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa
    mereka melakukan kekuasaan orangtua atau wali. Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh pelayan atau bawahan mereka dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada orang-orang itu. Guru sekolah atau kepala tukang bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh murid-muridnya atau tukang-tukangnya selama waktu orang-orang itu berada di bawah pengawasannya. Tanggung jawab yang disebutkan di atas berakhir, jika orangtua, guru sekolah atau kepala tukang itu membuktikan bahwa mereka masing-masing tidak dapat mencegah perbuatan itu atas mana meneka seharusnya bertanggung jawab.


    Tindakan yang dapat bapak lakukan adalah:

    1. meminta perusahaan asuransi untuk mencatat setoran bapak sesuai tanggal saat bapak menyetor
    2. meminta perusahaan asuransi agar mengembalikan keadaan sebagaimana mestinya seperti layaknya nasabah yang normal
    3. meminta agar perusahaan asuransi mengabaikan surat yang dibuat berdasarkan tanda tangan palsu
    4. Terhadap pemalsuan tanda tangan, meminta agar agen mengakui adanya pemalsuan. Mengenai sikap selanjutnya, bapak dapat melaporakn pemalsuan itu ke polisi.

    Demikian, semoga bermanfaat

    Ismail Marzuki

  3. Slamat malam Pak Marzuki…slam knal

    sya mohon pendapatnya sbgai orang hukum.

    - Apakah Bank mempunyai wewenang untuk melelang rumah nasabah tanpa ada putusan pengadilan..??

    Trimakasih..

  4. Tanggapan

    Bapak Len Hart

    Apabila rumah tersebut telah dijadikan agunan dan telah diikat dengan Akta Pemberian Hak Tanggungan, maka bank berhak menjual rumah tersebut secara lelang tanpa memerlukan putusan pengadilan.

    Pasal 14 Undang-undang No. 4 Tahun 1996 Tentang hak Tanggungan

    Pasal 14
    (1) Sebagai tanda bukti adanya Hak Tanggungan, Kantor Pertanahan menerbitkan sertipikat Hak Tanggungan sesuai dengan peraturan per- undang-undangan yang berlaku.
    (2) Sertipikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat irah-irah dengan kata-kata “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG
    MAHA ESA”.
    (3) Sertipikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan berlaku sebagai pengganti grosse acte Hypotheek sepanjang mengenai hak atas tanah.

    Berdasarkan ketentuan ayat 3 Pasal 14 tersebut, kreditur/bank tidak diperlukan putusan pengadilan untuk menjual tanah tersebut secara lelang.

    Demikian, semoga bermanfaat.

    Ismail Marzuki

  5. selamat bpak ismail marzuki.
    saya mau menanyakan pak, kemarin sya memperpanjanng STNK akan ttpi ktika mperpanjang pihak kepolisian mengatakan bahwa plat no kndraan bermotor sya sudh diblokir. pdahal sya selalu tpat waktu mperpanjang STNK sya. kemungkinan plat no sya djual ke orng lain, krna sya dsruh ganti plat no sya. kalau begitu apakah bisa dikasuskan pak? krna sya mengalami kerugian jka hrus mngrus mnggnti plat no. trimakasih pak

  6. Tanggapan

    Ibu Yulianti

    Jika ada indikasi pelanggaran tugas, ibu dapat melaporkan ke bagian Profesi dan Pengamanan Internal (Propam) Polri.

    Demikian, semoga bermanfaat

    Ismail Marzuki

  7. Saya dan istri saya tinggal serumah (ruko) dengan ibu mertua saya. Perkiraan waktu kejadian pencurian uang di brankas sebesar 5 juta (uang yang di brankas lebih dari 5 juta) adalah 28 Januari 2014 malam – 29 Januari 2014 siang menurut ibu mertua saya karena dia selalu menghitung uang di brankasnya setiap hari. Istri saya (dipengaruhi ibu mertua saya dan nenek istri saya), ibu mertua dan nenek istri saya menuduh saya sebagai pelakunya. Kejanggalan2x mereka: menuduh tanpa bukti, tidak melapor polisi sejak kejadian (tidak berani ditantang oleh saya untuk lapor polisi), tanggal 28 Januari 2014 saya pergi dengan istri saya pergi ke dokter untuk mengobati anak saya yang sakit setelah pulang kerja dari jam 8 malam sampai jam 12 malam lebih (masuk tanggal 29 Januari 2014, lalu tidur sampai jam 8 pagi dan saya ada tamu sampai siang. Mereka sudah menyebarkan berita ini ke saudara2x ibu mertua saya. Mereka menuduh saya karena tidak ada keluarga istri saya yang ambil dan saya adalah orang luar jadi saya dijadikan kambing hitam. Saya mau menanyakan apakah saya bisa menuntut mereka ke dalam pencemaran nama baik? Bagaimana langkah2x yang harus saya ambil untuk menuntut mereka?

  8. Tanggapan

    Bapak Erwin

    Jika tuduhan tersebut sudah menyebar berarti telah terjadi pencemaran nama baik. Langkah-langkah yang dapat bapak lakukan adalah mempersiapkan bukti-bukti adanya pencemaran nama baik dilanjutkan dengan membuat pengaduan ke kepolisian.

    Demikian, semoga bermanfaat

    Ismail Marzuki

  9. maaf yg atas slh ketik pak
    Ass.. slamat sore pak ismail
    sblum nya sy mnt tolong
    karna sy org awam yg gak
    tau harus bagai mana yg sy
    hrs lakukan…
    pak sy seorang ayah yg
    mempunyai anak brumur
    7thn dr prnikahan sy dan
    istri sdh brjalan 8 thn
    lamanya. Sy ada problem
    keluarga dgn musibah yg
    sangat besar dan jarang org
    yg mengalami nya, . kami
    nikah resmi, di kehidupan
    sy cukup harmonis dgn
    kluarga keuangan atau pun
    smua nya, dan kami slg
    mencintai smp saat ini..
    skrg kluarga dan kehidupan
    sy hancur pak gara2 ada yg
    menggangu rmh tngga sy,
    ya nama nya og ke 3, tp
    istri sy sama skali sangat tdk
    mencintai laki laki itu.
    Skrg kehidupan sy hancur kehilangan kerjaan
    dan anak pun trbengkalai gara2
    memikirkan ini.
    wkt itu sempat ada
    pernikahan krn untuk
    menutupi aib org ke 3 itu tp
    bukan dgn ke inginan sy
    sendiri. di pernikahan
    itu tdk ada saksi yg ada
    cuma sy-anak sy-istri-
    mertua-lakilaki itu dan bpk
    nya.
    sy sdh mengucap kan talak
    1 krn di paksa dr pihak org
    ke 3 itu karna ingin
    menutupi aib nya.. stlh sy
    ngucap kan talak dgn menit
    itu jg lalu org ke 3 itu
    menikahi istri sy di hadapan
    sy lalu lngsng diceraikan
    menit itu jg dan yg sbagai na’ib
    nya adalah org tua kandung
    lakilaki itu krn dia sbgai
    ulama di daerah sy, mertua
    sy sbagai wali hanya org
    awam hanya iya dan iya.
    wkt itu kondisi sy di bwh
    alam sadar krna sgt syok
    bgt.
    jd yg sy pertanyakan,
    apakah ada uud tentang
    perusak rmh tangga org lain
    dan apakah org itu bs diperkarakan pak..
    jls jls sy merasa di rugikan
    sgala gala nya.. dan sy msh
    mencintai krna ksalahan itu
    dibwh alam sdr istri sy dan
    istri sy pun tdk mau sy
    ceraikan..
    apakah sy berhak menindak
    hukum org itu pak..?
    trimaksh pak ismail..

  10. Tanggapan

    Bapak Agus

    Wa’alaikumussalam

    Saya turut prihatin dengan masalah yang sedang bapak hadapi. Semoga bapak selalu tabah dalam menerima cobaan ini. Sebelum saya menjawab pertanyaan bapak, saya merumuskan terlebih dahulu informasi yang bapak sampaikan dengan bahasa sederhana:

    1. Ada pihak ketiga (laki-laki) yg menggangu rmh tngga Bapak Agus.
    2. Istri Bapak Agus sama sekali sangat tidak mencintai laki laki itu.
    3. Terjadi pernikahan dengan orang ketiga itu untuk menutupi aib org ketiga itu. Pernikahan dengan orang ketiga bukan atas keinginan Bapak Agus
    4. Pada pernikahan tersebut tidak ada saksi, yang ada cuma Bapak Agus, anak Bapak Agus, Isteri Bapak Agus, mertua Bapak Agus, laki-laki orang ketiga tersebut dan Bapak dari orang ketiga tersebut.
    5. Bapak Agus sudah mengucap kan talak 1 karena dipaksa oleh orang ketiga tersebut untuk menutupi aib nya
    6. Setelah Bapak Agus mengucapkan talak, saat itu juga dilanjutkan dengan pernikahan orang ketiga dengan isteri Bapak Agus di hadapan Bapak Agus.
    7. Lalu langsung diceraikan menit itu juga.
    8. Sebagai na’ib nya adalah org tua kandung laki-laki itu selaku ulama di daerah tersebut, mertua Bapak Agus sebagai wali hanya orang awam yang menuruti kata-kata saja,

    Bapak Agus
    Banyak pertanyaan yang sebetulnya masih mengganjal berkaitan dengan informasi dari Bapak tersebut. Yaitu:

    1. Mengapa Bapak Agus dipaksa untuk menceraikan isteri Bapak Agus?
    2. Mengapa Bapak Agus rela/bersedia isteri (mantan isteri) Bapak Agus dinikahi oleh laki-laki tersebut langsung saat itu juga dihadapan Bapak Agus?
    3. Aib apa yang membuat Bapak Agus dipaksa menceraikan isteri Bapak Agus?
    4. Mengapa aib orang ketiga tersebut harus ditutupi dengan cara menikahi isteri Bapak Agus?

    Mengenai pertanyaan Bapak Agus tentang ketentuan hukum merusak rumah tangga orang lain, maka Bapak Agus harus menjelaskan terlebih dahulu tindakan apa yang telah dialkukan oleh laki-laki orang ketiga tersebut. Saya belum dapat memberikan masukan mengenai pasal yang dilanggar jika bapak Agus belum menjelaskan bentuk pemaksaan yang telah dilakukan.

    Jika tindakan orang ketiga tersebut ada bersifat pemerasan dan ancaman maka akan memenhi pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Agar lebih jelasnya, Bapak harus merinci jenis tindakan orang tersebut.

    Perlu saya jelaskan disini bahwa pernikahan antara Laki-laki orang ketiga dengan isteri Bapak Agus tidak sah. Seorang perempuan yang baru menjanda memerlukan waktu tunggu 90 hari sejak perceraian agar dapat menikah lagi dengan orang lain.

    Pasal 39 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

    (1) Waktu tunggu bagi seorang janda sebagai dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) Undang-undang ditentukan sebagai berikut:

    a. Apabila perkawinan putus karena kematian, waktu tunggu ditetapkan 130 (seratus a. tiga puluh) hari;
    b. Apabila perkawinan putus karena perceraian, waktu tunggu bagi yang masih berdatang bulan ditetapkan 3 (tiga) kali suci dengan sekurang-kurangnya 90 (sembilan puluh) hari dan bagi yang tidak berdatang bulan ditetapkan 90(sembilan puluh) hari;
    c. Apabila perkawinan putus sedang janda tersebut dalam keadaan hamil, waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan.

    (2) Tidak ada waktu tunggu bagi janda yang putus perkawinan karena perceraian sedang antara janda tersebut dengan bekas suaminya belum pernah terjadi hubungan kelamin.
    (3) Bagi perkawinan yang putus karena perceraian, tenggang waktu tunggu dihitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap, sedangkan bagi perkawinan yang putus karena kematian, tenggang waktu tunggu dihitung sejak kematian suami.

    Pasal 153 Kompilasi Hukum Islam

    1. Bagi seorang isteri yang putus perkawinannya berlaku waktu tunggu atau iddah, kecuali qobla al dukhul dan perkawinannya putus bukan karena kematian suami.
    2. Waktu tunggu bagi seorang janda ditentukan sebagai berikut :

    a. Apabila perkawinan putus karena kematian, walaupun qobla al dukhul, waktu tunggu ditetapkan 130 (seratus tiga puluh) hari:

    b. Apabila perkawinan putus karena perceraian,waktutunggubagi yang masih haid ditetapkan 3 (tiga) kali suci dengan sukurang-kurangnya 90 (sembilan puluh) hari, dan bagi yang tidak haid ditetapkan 90 (sembilan puluh) hari;

    c. Apabila perkawinan putus karena perceraian sedang janda tersebut dalam keadaan hamil, waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan;

    d. Apabila perkawinan putus karena kematian, sedang janda tersebut dalam keadaan hamil, waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan.

    3. Tidak ada waktu tunggu bagi yang putus perkawinan karena perceraian sedang antara janda gtersebut dengan bekas suaminya qobla al dukhul.

    4. Bagi perkawinan yang putus karena perceraian, tenggang waktu tunggu dihitung sejak jatuhnya,
    Putusan Pengadilan Agama yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap, sedangkan bagi perkawinan yang putus karena kematian, tenggang waktu tunggu dihitungsejak kematian suami.

    5. Waktu tunggu bagi isteri yang oernah haid sedang pada waktu menjalani iddah tidak haid karena menyusui, maka iddahnya tiga kali waktu haid.

    6. Dalam hal keadaan pada ayat (5) bukan karena menyusui, maka iddahnya selama satu tahun, akan tetapi bila dalam waktu satu tahun tersebut ia haid kembali, maka iddahnya menjadi tiga kali waktu suci.

    Demikian, semoga bermanfaat.

    Ismail Marzuki

  11. Terima kasih pak atas balasan nya..
    jd bgini pak ksimpulan dr smua ini.

    1 sy di paksa mnceraikan krn fikir laki laki dan org tua laki laki itu untuk menutupi aib nya karna takut sy lapor RT atau ke polisi.

    2. sy di bujuk krna biar mslh cpt kelar dan tdk mnjadi aib dan sbtul nya sy tdk rela istri sy di nikah kan di depan sy krn wkt itu sy sangat syok tdk bs brfikir apa2 pak.

    3 Laki laki itu menikahi istri sy krn sdh berbuat zina dan saling mengakui ksalahan nya shingga menikahi lah istri sy biar tdk dosa dan mnjadi aib bagi nya dan sy hrs mnceraikan dulu istri sy. itu tutur ulama atau bpk kandung laki2 itu.. dan krn sy awam jg ditambah syok stgh tdk sadar hanya iya. itu kbodohan sy tdk bs brtahan atau brbela diri atau tdk kuat menghadapi wkt itu.

    4 Laki laki itu menutupi aib nya krn bapak nya seorang ulama sbgai panutan wrg di daerah sktr. itu mungkin alasan nya pak..

    jd bgini pak inti nya laki laki atau bpk laki2 itu memanfaat kan kbodohan dr mertua dan memanfaat kan sy yg sdg syok smp tdk ada wkt untuk brfikir, jd stlh sadar dr smua ini sy bangkit pak dan sy tdk trima smua ini krn mnghancurkan keluarga dan merugikan sy.

    Dan istri pun skrg knytaan nya mmg sdg hamil 6 bln pak, pdhl kjadian musibah baru 2 bulan. wkt ada musibah ini istri trnyata sdg hamil 4 bulan tp tdk trlht dan istri pun tdk tau bhwa dia sdg hamil smp skrg mnurut pngakuan nya. sy memutus kan stlh lhr nnti sy akan mencerai kan nya pak krn sy tdk tau itu bayi siapa..

    Jd skrg hidup dan keluarga sy di hancur kan dan di rugikan sama laki laki itu pak, sy mhn apakah bs di tindak lanjuti dan apakah bs laki laki itu sy tuntut pak? sy mhn pak?

    sblum nya trmksh banyak pak ismail.

  12. Tanggapan

    Bapak Agus

    Perbuatan yang dilakukan isteri dengan laki-laki lain masuk dalam kategori zinah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284 KUHPidana. Suami dapat mengadukan ke kepolisian atas perbuatan zina tersebut.

    Pasal 284 KUHP
    (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan:
    1.a. Seorang pria yang telah kawin yang melakukan mukah (overspel) padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya;
    b. Seorang wanita yang telah kawin yang melakukan mukah.
    2.a. Seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya bahwa yang turut bersalah telah kawin.
    b. Seorang wanita yang telah kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahui olehnya bahwa yang turut bersalah telah kawin dan pasal 27 BW berlaku baginya.
    (2) Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/isteri yang tercemar, dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27 BW, dalam tenggang waktu tiga bulan diikuti dengan permintaan bercerai atau pidah meja atau ranjang karena alasan itu juga.
    (3) Terhadap pengaduan ini tidak berlaku pasal 72, pasal 73, pasal 75 KUHP
    (4) Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam sidang pengadilan belum dimulai.
    (5) Jika bagi suami isteri berlaku pasal 27 BW, pengaduan tidak diindahkan selama perkawinan belum diputuskan karena perceraian atau sebelum putusan yang menyatakan pisah meja atau ranjang menjadi tetap.

    Demikian, semoga bermanfaat

    Ismail Marzuki

  13. maaf pak skali lagi dr prtanyaan sy…
    jadi kmungkinan sy tdk bs menuntut laki laki itu pak? karna jika di hitung kerugian sy sgt besar pak dr kerjaan sy.. anak pun trbengkalai?

  14. Tanggapan

    Bapak Agus

    Bapak dapat mengadukan perbuatan laki-laki tersebut dengan aduan perzinahan. Tetapi bapak tidak dapat meminta ganti rugi material atas pengaduan tersebut karena perbuatan yang dilakukan laki-laki tersebut terhadap isteri pak Agus tidak relevan dengan kerugian yang bapak alami.

    Demikian, semoga bermanfaat

    Ismail Marzuki

  15. Assalamu’alaikum, Mohon maaf Bapak sy mohon penerangan mengenai masalah yg sdang sy hadapi,,bapak sy pernah bertugas sebagai kepala KUA, sekitar tahun 90 an salah satu amil menikahkan seorang laki2 dengan inisial (X) dengan perempuan dg inisial (Y) yang memalsukan identitasnya (mengaku lajang) kebetulan karena saat itu bapak sy yg menjabat sebagai kepala dan karena tidak tau bapak pun menandatangani berkas2 (X) tersebut, belakangan ternyata istri pertama si (X) trsbt menggugat pernikahan (X) singkat cerita (X) dengan istri keduanya pun pisah dan masalah pun telah selesai. Bapak Is,,sekitar awal tahun 2013 bapak saya di panggil kembali ke polres atas laporan ibu D (istri pertama bapak (X) ternyata ibu D menggugat kembali suaminya karena kembali rujuk dengan istri keduanya (Y),,bapak saya ikut dipanggil karena sebagai pejabat yg menandatangi berkas perkawinan (X) dengn (Y), namun yang saya tidak mengerti adalah:
    1. Bukankah permasalahan bapak saya dengan kasus perkawinan (X) dan (Y) telah selesai saat
    mereka bercerai? karena bapak (X) dengan ibu (Y) melakukan pernikahan kembali tidak
    diketahui oleh siapa dan kapannya namun berhubung ibu (D) memiliki berkas pertama maka ibu
    (D) memasukan berkas tersebut pada laporan kepolisiannya.
    2. Belakangan Ada oknum yang meminta sejumlah uang pd kami, karena bapak bersalah atas
    tindakannya terdahulu,,,yang ingin saya perjelas bukankan harusnya yg bersalah itu orang yg
    menikahkan bapak (x) dan (y) kembali?
    3. Bukankah hukuman itu agar tidak terulangnya kesalahan? kondisinya bapak saya th.2003an
    telah berpindah tempat kerja dan tidak dlm bidang itu lagi kemudian Tahun 2009 telah pensiun
    jadi bagaimana mungkin akan melakukan kesalahan kembali?
    4. menyikapi oknum yg meminta sejumlah uang pada kami, apa yg harus kami lakuakan?
    terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s