About

380541_2631544670337_1006952899_nAssalamu’alaikum. Saya, Ismail Marzuki. Saat ini sebagai Partner sebuah konsultan hukum di Jakarta.

Memperoleh pendidikan hukum dari Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dan dilanjutkan dengan pendidikan spesialis Notariat dan Pertanahan di Universitas Indonesia, Depok.

Dalam blog ini saya tidak hanya akan bicara masalah hukum, tapi juga bicara berbagai hal yang memang layak untuk dibicarakan. Blog ini juga sebagai media untuk memperbanyak teman.

Dalam blog saya ini  terdapat informasi hukum secara interaktif juga memberikan tip singkat terhadap problem yang dihadapi dalam menjalani prosedur hukum dengan cara memberikan informasi yang cepat dan mudah diakses oleh pembaca blog ini.

Anda dapat menyiapkan pertanyaan mengenai permasalahan hukum secara singkat dan jelas melalui kolom “komentar” di bawah ini. Pertanyaan tidak diperkenankan menyinggung masalah suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Mengingat masing-masing pertanyaan bersifat spesifik dan umumnya penyelesaian masalah hukum hanya dapat dilakukan dengan bantuan penasehat hukum, maka penggunaan informasi hukum yang terdapat dalam menu ini terbatas dan tidak dapat digunakan atau diaplikasikan untuk pertanyaan-pertanyaan yang serupa. Seluruh informasi hukum dan tip yang ada BUKAN merupakan atau TIDAK dapat dianggap dan diintepretasikan sebagai pendapat hukum atau advis hukum kepada anda. Penggunaan informasi dan tip hukum ini sepenuhnya menjadi keputusan dan tanggung jawab anda.

Wassalam

8 Komentar

8 thoughts on “About

  1. pada suatu hari, saya melakukan permintaan pinjaman kepada suatu bank dan disetujui setelah itu saya batalkan, kata mereka(bank) tidak bisa untuk membatalkan pinjaman karena telah disetujui. karena menurut mereka (bank) saya telah menandatangani persetujuan kredit pinjaman, saya sudah membatalkan secara lisan kepada pihak bank tapi tidak direspon. pinjamanpun otomatis masuk ke rekening tabungan karena diawal pengajuan pinjaman saya diwajibkan untuk membuat/membuka rekening tabungan. semenjak direspon sampai setahun tidak ada kabar tetapi pada akhir masa kontrak pinjaman habis, saya didatangi pihak bank dengan alasan pembayaran angsuran pinjaman saya belum lunas yang tersisa adalah bunganya. saya mrasa aneh karena semenjak saya mengajukan pembatalan secara lisan sampai akhir kontrak tdk ad komunikasi dari pihak bank mengenai pinjaman tersebut. ksalahan saya cuma saya tidak mengetahui bahwa ada tanda tangan persetujuan kredit tertera langsung serta tidak ada surat pembatalan secara kredit. pihak bank telah berkilah bahwa mreka dulu udah memberitahu kalo pembatalan akan dikenakan pinalti padahal saya tidak tahu menahu dan tidak pernah diberitau soal itu. mohon pencerahan solusinya, terima kasih.

  2. assamualaikum wr wb….saya punya usaha jualan hp dan ada beberapa agen penyuplai hp ,,usaha berjalan lancar selama beberapa tahun,,namun pada suatu ketika krisis keuangan sehingga pembayaran cicilan hp terlambat ,,,namun agen tidak mau mengerti akhirnya saya di laporkan kepolisi,,,dan dsana saya diintimidasi oknum polisi nakal ,bahwa saya diberi 2 pilihan harus mengakui pengelapan atau menyerahkan mobil sebagai pelunasan hutang,,,dengan keadaan tertekan terpaksa saya menandatangani surat perjanjian ,,yang isinya harus melakukan pelunasan dlm jangka 2bln ,,apabila tidak maka pihak agen akan mengambil mobil ,,sedangkan mobilnya masih tahap kredit dan dihargai dibawah standar penjualan,,yang saya tanyakan bisakah saya mengubah perjanjian yg utang dengan cara dicicil ,,mohon penjelasannya

  3. Tanggapan

    Ibu Atika

    Utang Piutang adalah termasuk dalam hukum perdata, sedangkan Pasal 372 dan 378 adalah pasal-pasal dalam hukum pidana yaitu penggelapan dan penipuan.

    Suatu utang piutang dapat dijadikan perkara pidana jika pada saat pembuatan perjanjian utang telah terjadi penipuan. Misal A meminjam uang kepada B dengan alasan untuk membangun rumah sakit disertai data-data. Ternyata setelah pinjaman diberikan, uang tidak digunakan untuk rumah sakit, dan data-datanya adalah palsu.

    Berdasarkan Kitab UU Hukum Acara Perdata, seseorang yang disangka melakukan perbuatan yang termasuk dalam pasal 372 dan 378, dapat ditahan.

    Demikian, semoga bermanfaat.

    Ismail Marzuki

  4. Ass pak ismail yth

    Mohon pencerahaannya
    Status saya saat ini sudah mwnjkah namun di ktp saya dan istri masih single saya info juga saat ini masuk dalam BLBI salah satu bank tapi saya berniat untuk mengajukan kpr karena status ktp yg masih single pihak sales defloper saran pake nama istri dengan status single dan saat ini berkas sudah masuk bank hny tinggal menunggu keputusan bank..
    Pertanyaannya apa resiko terburuk akan pemalsuan status tsb dan mohon petunjuknya yg terbaik yang harus kami lakukan karena jujur kami takut akan segala konsikuensi yang terjadi…
    Apakah kami bisa ganti berkas yang sudah masuk? Kami sepertinya lebih baik tidak di acc asalakan istri saya tdk bermasaah hukum.
    Terima kasih atas penjelasannya wss

  5. Salam Kenal Pak,
    Saya Mau bertanya Apakah masalah utang piutang yang sedah sebagian dibayar masih masuk dalam pasal 378 dan pasal 372 KUHP dan apakah dimungkinkan petugas kepoliasian menahan pelaku. mohon penjelasannya

  6. Tanggapan

    Ibu Erna

    Wa’alaikumussalam

    Dalam kasus yang Ibu Erna sampaikan, setidaknya ada dua perjanjian yang dibuat yaitu:

    1. Perjanjian Kredit antara kakak nomor 5 dengan Bank
    2. Perjanjian Jaminan antara pemilik tanah dengan bank

    Syarat sahnya suatu perjanjian sebagaimana tercantum dalam Pasal 1320 KUH Perdata adalah:

    1. kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
    2. kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
    3. suatu pokok persoalan tertentu;
    4. suatu sebab yang tidak terlarang

    Dalam menilai perjanjian kredit yang dibuat oleh Kakak Nomor 5 dan bank, sepanjang syarat sahnya perjanjian terpenuhi maka perjanjian tersebut sah. Kakak nomor 5 tidak memerlukan persetujuan dari saudara-saudara yang lain untuk menandatangani perjanjian kredit.
    Mengenai perjanjian jaminan, maka terlebih dahulu harus dilihat status pemilikan atas tanah yang dijadikan jaminan.
    Dalam hukum perkawinan ada dua jenis harta benda, yaitu:

    1. harta bersama suami siteri yang diperoleh selama perkawinan. Terhadap harta ini, setiap tindakan hukum yang berkaitan dengan harta ini harus dengan persetujuan suami dan isteri; dan
    2. harta bawaan masing-masing, misalnya hadiah atau warisan. Terhadap harta ini masing-masing suami atau isteri dapat bertindak tanpa persetujuan pihak lainnya.

    UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

    Pasal 35

    (1) Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama.
    (2) Harta bawaan dari masing-masing suami dan isteri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan, adalah dibawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain
    .
    Pasal 36

    (1) Mengenai harta bersama, suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak.
    (2) Mengenai harta bawaan masing-masing, suami dan isteri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya.

    Yang harus diketahui terlebih dahulu adalah, termasuk dalam jenis harta yang manakah tanah yang dijadikan jaminan ke bank itu? Apabila termasuk harta bersama, maka Ibunda harus memperoleh persetujuan suami atau ahli warisnya jika akan menjadikan jaminan atas tanah tersebut.

    Jika termasuk harta bawaan, maka ibunda dapat bertindak sendiri tanpa persetujuan siapapun juga.

    Jadi, untuk menilai sah atau tidaknya perjanjian pemberian jaminan (Hak Tanggungan), teliti dahulu jenis hartanya dan siapa yang menandatanganinya.

    Mengenai take over atas kredit, bank berhak menerima atau menolak take over tersebut dengan pertimbangan-pertimbangan yang tidak akan merugikan
    bank. Adanya informasi bahwa Kakak nomor 1 telah pailit, secara hukum harus dibuktikan dengan putusan pengadilan (UU No. 37 Tahun 2004).

    Jadi sepanjang tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan pailit, maka seseorang belum dinyatakan pailit. Bank dalam menerima permohonan take over harus berlandaskan perhitungan-perhitungan yang matang.

    Jadi, yang dapat Ibu Erna lakukan adalah:
    1. memastikan apakah tanah tersebut harta bersama (harta gono gini) atau bukan. Jika harta tersebut harta bersama maka para ahli waris harus ikut menandatangani Akta Pemberian Hak Tanggungan.
    2. Jika harta tersebut harta bersama tetapi tidak ada persetujuan atau tanda tangan ahli waris yang lain, maka Pembeian Hak Tanggungan tersebut cacat hukum.
    3. Apabila pemberian hak tanggungan cacat hukum, maka ibu dapat memilih:
    a. Menggugat di pengadilan; atau
    b. Mengikuti saran bank untuk bermusyawarah. Dalam musyawarah tentunya diharapkan hasilnya tidak memberatkabn keluarga Ibu Erna.

    Mengenai pengacara milyaran yang dibayar bank, perlu ibu ketahui bahwa dalam memutus perkara, majelis hakim akan memutus perkara berdasarkan fakta dan bukti di persidangan, bukan berdasarkan mahalnya bayaran seorang pengacara.

    Demikian, semoga bermanfaat.

    Wassalam

    Ismail Marzuki

  7. Assalamualikum pak Ismail
    Sy mnta tlg kasih solosi bt masalah yg kami hadapi sekeluarga
    Km 9 bersaudara,ayah sy meninggal pd th 2005,pd th 2007 kakak sy nomer 5 pinjem sertifikat an ibu utk anggunan d bank,tanpa sepengetahuan y lain ibu memberi ijin dan ikut tt d bank,th 2010 kita semua terkejut coz ada peringatan dr bank kl rmh mau d lelang coz kakak sy menunggak ang krn usaha pailit,yg membuat kita terkejut plafond kreditnya lumayan besar sekitar 700jt,pdhl kl d liat usaha kakak saat itu tdk begitu besar tp bank berani memberi kredit y bnyak.krn kakak sdh tdk sanggup membyr kita semua bingung akhirnya bank memberi opsi oper kredit an nama kakak sy y pertama,kebetulan usaha kakak sy memenuhi syarat,kita meneruskan RK kakak.kita bayar ang k bank patungan.2th berjalan rasanya kita sdh tdk mmpu lg tiap bln hanyabyr bunga ,pokok g pernah berkurang.akhirnya sy mnta keringanan pd bank coz kl terlambat slalu ancaman lelang.y ingin sy tanyakan benarkan pinjaman kakak sy nomer 5 cacat hukum krn harusnya ada persetujuan saudara2 y lain sbg ahli waris, ?
    oper kredit y d sarankan bank k kakak nomer 1 apa sesuai prosedur krn usaha pailit bolehkah d oper kredit .?
    Kita sklg berjanji akan melunasi kl aset terjual,sampai saat ini aset blm terjual,pdhl desember ini km berjanji akan menyelesaikn,apa yg mesti kami lakukan?
    Mohon solosinya,terima kasih pak Ismail,km benar2 membutuhkan bantuan bpk,dl km pernah mencoba pakai pengacara tp bank mengancam kami ktnya bank lbh kaya,lbh kuat bayar pengacara milyaran,mrk mnta scr kekelurgaan,akhirnya km bersedia kekelurgaan.
    Selama ini uang yg kita setor sdh lbh dr 200jt

  8. Assalamualaikum..

    Pak isi blognya gak nambah-nambah?

    Wassalamualaikum..

    ‘Afuwwun

    ===
    wa’alaikumussalam

    Iya, saya masih belum sempat nulis…akhir-akhir ini sering tugas ke Kaltim dan Sulbar. Meskipun sekadar tulisan ringan, saya berusaha nulis dengan serius…karena apa yang tertulis harus dapat saya pertanggungjawabkan secara vertikal dan horizontal. Insya Allah sebentar lagi mau nulis lagi,,,

    Wassalam

    Ismail Marzuki

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s